Jurnal Epistemologi islam Dani Sahputra Ritonga
Epistemologi Pendidikan Islam
IAIN Padang Sidimpuan Jl. T. Rizal Nurdin Km 4,5 Sihitang
Sehat Sultoni Dalimunthe : Dosen IAIN Padang Sidimpuan
Dani Sahputra Ritonga : pendidikan Agama Islm S1 IAIN padang Sidimpuan
Institut Agama Islam Negeri
Padang Sidimpuan
E-mail : danisahputra31@gmail.com
Abstrak
Filsafat ilmu merupakan cabangg ilmu filsafat yang lahir sekitar abad ke 19 atau menjelang abad ke-20. Perkembangan ilmu pengetahuan yang mencapai puncaknya pada abad ke-19 di masa August Comte dan para penerusnya, yang cenderung menjadikan ukuran kebenaran ilmu pada tataran positivistic, menjadikan ilmu pengetahuan semakin terlepas dari asumsi dasar filsafatnya. Hal inilah yang mengilhami lahirnya filsafat ilmu yang pada gilirannya mempunyai posisi yang amat urgen (penting) dalam ilmu pengetahuan.
Filsafat Islam juga sering disebut filsafat Arab dan filsafat Muslim merupakan suatu kajian sistematis terhadap kehidupan, alam semesta, etika, moralitas, pengetahuan, pemikiran, dan gagasan politik yang dilakukan di dalam dunia Islam atau peradaban umat Muslim dan berhubungan dengan ajaran-ajaran Islam.
Abstract
Philosophy of science is a branch of philosophy that was born around the end of the 19th century or toward the 20th century. The development of science which reached its peak in the 19th century at the time of August Comte and his successors, which tended to take the measure of the truth of science at a positivistic level, making science increasingly detached from its basic philosophical assumptions. This has inspired the birth of a philosophy of science which in turn has a very important position in science. Islamic philosophy is also often called Arabic philosophy and Muslim philosophy is a systematic study of life, the universe, ethics, morality, knowledge, thoughts, and political ideas carried out in the Islamic world or Muslim civilization and is related to Islamic teachings.
Pendahuluan
Dilihat dari objek materialnya, filsafat lebih luas dari ilmu. Filsafat mencakup yang tampak dan yang tidak tampak sementara ilmu hanya mempersoalkan yang tampak saja (empiris). Filsafat ilmu dan pengetahuan menjadi faktor penting untuk mengarahkan orientasi pembuatan media pembelajaran yang bertujuan untuk membantu menganbarkan konsep abstrak agar dapat dipahami.
Maka Muncullah Filsafat Epistemologis upaya menemukan Peta ilmu Teologi dan Epistemologi dalam Pendidikan islam. Epistemologiadalah itu sendiri adalah cabang filsafat yang membahas tentang asal mula, sumber, metode, struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Dalam kaitannya dengan ilmu, landasan epistemologi mempertanyakan proses yang memungkikan dipelajarinya pengetahuan yang berupa ilmu. Dalam kaitannya dengan moral atau nilai-nilai hidup manusia, dalam proses kegiatan keilmuan, setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran, yang dilakukan dengan penuh kejujuran, tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. Jadi ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan.
Epistemologi itu Berfungsi Untuk mengukur kebenaran itulah diperlukan filsafat Epistemologi. Nalar filsafat dalam Islam terbentuk, Setidaknya dangan tiga sebab. Pertama karena adanya Kebutuhan untuk menyesuaikan antara teks dengan konteks Yang terus berkembang. Kedua, secara teologis, adanya Tuntutan untuk menyelaraskan pandangan-pandangan yang Kontradiktif dan rumit, seperti antara kemahakuasaan dan Kemahabaikan Tuhan dalam kaitannya dengan pengetahuan Tentang perbuatan baik dan buruk manusia. Ketiga, karena Adanya serangan orang-orang non muslim terhadap pandangan teologis masyarakat Islam seperti yang dilakukan Pendeta Yahya al-Dimasyqi.
Pembahasan
Sebagai ilmu pengetahuan sistem filsafat, epistemologi memiliki pengertian yang orang lain Sulit memahaminya . Dan bahkan Para ahli Pun tidak bisa menghindar dari perbedaan ketika Mendefenisikannya. Perbedaan itu bukan saja pada aspek Redaksi, tetapi termasuk pada aspek substansi. Namun ada beberapa para ahli mendefenisikan yang tentang empistemologi.Ada ahli yang mendefenisikan epistemologi sangat Umum, di antaranya, Andi Hakim Nasution mendefenisikan Bahwa epistemologi membahas bagaimana caranya orang Menjadi maklum. Selain itu muridnya, Jujun S. Suriasumantri dalam bukunya Filsafat Ilmu mendefenisikan Epistemologi, cara mendapatkan pengetahuan yang benar.Defenisi yang singkat dan jelas dikemukakan oleh Juhaya S. Praja, menurutnya epistemologi adalah cabang filsafat yang Membahas ruang lingkup dan batas-batas pengetahuan.
Dagobert D. Runes. menyatakan bahwa Epistemologi merupakan cabang filasafat yang membahas tentang sumber, struktur, metode-metode, dan validitas pengetahuan. Diantaranya ;
1. Membahas sumber pengetahuan
2. Membahas struktur pengetahuan
3. Membahas metode mendapatkan pengetahuan.
4. Membahas ukuran kebenaran pengetahuan.
Ahli ilmu filsafat Ahmad Tafsir, mendeskripsikan permasalahan
epistemologi dalam Filsafat Ilmu, dia juga memperbaharui dan mengedit buku yang berujudul Epistemologi untuk Ilmu Pendidikan Islam.
Yang bersumber dari pengertian, maupun pendapat- pendapat para ahli Serta seminar seminar yang ia dapat. Diantara hasil dari buku-bukunya tersebut Berikut Ini Hasil Uraian Dan Kesimpupan Dari hasil buku yang ia buat :
1. lIlmu pendidikan Islam perlu dikembangkan. Mengembangkan ilmu pendidikan Islam dengan Mengembangkan teorinya. Yang dimaksud Mengembangkan teori adalah merevisi teori, Mengganti teori lama dengan teori baru, membuat Teori.
2. Landasan filosofis dalam pengembangan ilmu Pendidikan Islam adalah: sumber pengetahuan ialah Allah Swt, teori-teori ilmu pendidikan Islam tidak Boleh bertentangan dengan wahyu.
3. Paradigma pengetahuan dalam pengembangan ilmu Pendidikan Islam adalah ilmiah, logis, dan mistik. Ketiga paradigma itu harus tunduk pada wahyu.
4. Metodologi pengembangan ilmu pendidikan Islam Harus dideduksi dari paradigma dan filsafat di atas.
5. Model penelitian untuk pengembangan ilmu Pendidikan Islam menggunakan model-model Penelitian pendidikan pada umumnya. Pada bagianbagian tertentu harus dibuat model khusus untuk ilmu Pendidikan Islam, terutama pada penelitian untuk Paradigma filosofik dan mistik.
6. Peta penelitian untuk ilmu pendidikan Islam. Sekurang-kurangnya ada 280 judul penelitian dalam Ilmu pendidikan Islam.
Begitu juga dengan hordono yang membuat pandangan dengan rasionalime, empirisme, Pragmatisme, sosialisme, dan historisme, secara parsial,
Berikut ini Hasil Kesimpupan Dari pada buku yang dituliskan oleh hordono sebagai Berikut ;
1. Epistemologi lahir dari sikap ambivalensi keadaan manusia. Manusia ada dan sekaligus tidak ada dalam pengalamannya sendiri.
2. Manusia terkadang tidak sama dengan dirinya sendiri.Ia terkadang tidak tahu apa yang diketahuinya. Karena pengetahuan harus mengekspresikan pengalaman diri bagi diri sendiri.
3. Pikiran manusia ditandai dengan perbedaan kesan dan kenyataan. Karena perbedan itulah, membuat pikiran tidak terungkap dengan tuntas.
4. Subjek yang mengajukan persoalan epistemologis adalah subjek yang muncul dari masalah utama.
5. Kehadiran ada dalam persepsi inderawi tidak dinyatakan secara sama. Pengetahuan abstrak, eksistensi personal atau pengalaman moral membuat kesadaran tidak lagi bersifat “subjektif” murni.
6. Keabsolutan kognisional di dalam ada tidak sama Dengan keabsolutan eksistensional.
7. Pertentangan rasionalisme dan empirisme adalah Merupakan usaha sia-sia. Oleh sebab itulah maka Pandangan pragmatisme, sosialisme, dan historisme Manjadi dapat diterima.
8. Manusia sangat senang berurusan dengan “benda” Yang bersisi tiga, konsep, indera, dan tindakan.
Ada beberapa pengertian Epistemologi Menurut Para Ahli sebagai Berikut ;
Menurut Kattsoff berikut pengertian epistemologi menurut kattoff;
1. Cabang filsafat.
2. Membahas asal-muasal pengetahuan.
3. Membahas bagaimana metode Mendapatkan pengetahun
4. Membahasa ukuran kebenaran Pengetahuan
Dagobert D. Runes mengemukakan pengertian Epistemologi ;
1. Membahas sumber pengetahuan.
2. Membahas struktur pengetahuan.
3. Membahas metode mendapatkan Pengetahuan.
4. Membahas ukuran kebenaranPengetahuan.
Menurut D.W. Hamlyn epistemologi itu ialah ;
1. Membahasa hakikat pengetahuan.
2. Ruang lingkup pengetahuan.
3. Dasar pengetahuanpengetahuan.
4. embahas pengandaian pengandaian (analogi)
P. Hardono Hadi membahas pengertian epistemologi sebagai berikut ;
1. Membahas bagaimana mencoba menetukan qadrat
2. Membahas ruang lingkup pengetahuan.
3. Membahas pengandaianpengandaian (analogi)
4. Membahas dasar pengetahuan.
5. Membahas bagaimana mempertanggungjawabkan pengetahuan (ukuran kebenaran)
Azyumardi Azra. Mengemukakan epistemologi itu membahas ;
1. Membahas tentang keaslian pengetahuan.
2. Membahas pengertian pengetahuan.
3. Membahas struktur pengetahuan.
4. Membahas metode mendapatkan pengetahuan.
5. Membahas bagaimana mengukur kebenaran pengetahuan.
Muzayyin Arifin mengemukakan epistemologi tersebut adalah ;
1. Membahas apa itu pengetahuan.
2. Membahas metode bagaimana pengetahuan
Maka dari pengertian epistemologi di atas, menurut para ahli dalam bidangnya maka epistemologi tersebut diatas Ditemukan poin poin dari pada pengertian epistemologi diatas sebagai berikut ;
a. pistemologi adalah cabang filsafat.
b. pistemologi membahas asal-muasal pengetahuan.
c. Epistemologi membahas bagaimana mengukur Kebenaran pengetahuan.
d. Epistemologi membahas bagaimana metode Mendapatkan pengetahun.
e. Epistemologi membahas pengandaian-pengandaian (analogi).
f. Epistemologi membahas ruang lingkup pengetahuan.
g. Epistemologi membahas sumber pengetahuan.
h. Epistemologi membahasa hakikat pengetahuan.
Daftar Pustaka
1) Abdullah, M. Amin, ”Kajian Ilmu Kalam di IAIN” Artikel Pilihan Di Direktorat Jenderan Perguruan Tinggi Agama Islam Tahun 2005
2) Al- Abrasyi, Athiyah. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam.Diterjemahkan oleh Bustomi A. Ghani dan Djohar Bahry Cet. Jakarta: Bulan Bintang, 1970.
3) Dalimunthe, Sehat Sultoni. Pemikiran Pendidikan Muhammad
4) Abduh dalam Tafsir al-Manar. Tesis. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2002.
5) Al-Asy’ari, Imam Abu Hasan. Al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah. AlIbanah Buku Putih Imam al-Asy’ary. Diterjemahkan oleh. Abu Ihasan al-Atsari. Solo: al-Tibyan,
6) Al-Tarbiyah al-‘Amaliyah. Pelajaran untuk Kelas VI KMI Pondok Modern Gontor. Cet. VI Gontor: Darussalam Press, 1992.
7) Amin, Ahmad. Dhuha al-Islam. Terjemahan Othman Haji Khalid,dkk. Jilid III. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1979.
8) Arifin, Muzayyin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
9) Nata, Abuddin Nata. Paradigma Pendidikan Islam. Jakarta: Grasindo, 2001.
10) __________________.. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005.
11) Suriasumantri, Jujun S. Filasat Ilmu. Cet. XVIII. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2005.
12) Syahrastani, Muhammad bin ‘Abdul Karim. Sekte-Sekte Islam.
13) Zainuddin, M. Filsafat Ilmu Perspektif Pemikiran Islam. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2006.
Komentar
Posting Komentar