Logika Filsafat Dan Saintifika
Nama : Dani Sahputra Ritonga
Nim : 1920100229
Prodi : Pendidikan Agama islam
Dosen :
Dr.Sehat Sultoni Dalimunthe
E-mail : danisahputra31@gmail.com
1. LOGIKA
Logika adalah Alat (tool) yang digunakan untuk dapat berpikir secara sah; dalam Arti benar tetapi Dardiri mengemukakan, bahwa perkataan “logika”, yang disebut juga dengan istilah “mantiq”, diturunkan dari kata sifat“logike”, bahasa Yunani, yang berhubungan dengan kata benda“logos”, yang berarti pikiran atau perkataan sebagai pernyataan dari pikiran itu.
Allah swt berfirman didalam al-quran surah Albaqarah : 30
M. Taib Thahir Abd. Mu’in juga sepakat, bahwa logika berasal dari bahasa Yunani “logos”. Namun ia mengartikannya dengan kata –bukan perkataan sebagaimana ajuan Dardiri dan pikiran yang benar. Ini membuktikan bahwa ternyata ada hubungan erat antara pikiran dan kata atau perkataan yang merupakan pernyataan dalam bahasa (kata atau perkataan.
Dari penjelasan tersebut, secara etimologis (kebahasaan) dapat dinyatakan bahwa logika adalah bidang penyelidikan yang membahas pikiran yang dinyatakan dalam bahasa
Pengertian logika secara etimologis tersebut belum memberikan gambaran sepenuhnya tentang apa itu logika, sehingga kita juga perlu memahaminya dari pengertiannya secara terminologis (keistilahan) atau definitif. Di antara sekian banyak definisi, penulis hadirkan pendapat Irving M. Copy (1972) yang menyatakan pengertian logika sebagai berikut:
“Logic is the study of methods and principles used to distinguish good (correct) from bad (incorrect) reasoning.”
Artinya:“Logika adalah penelaahan mengenai metode-metode dan prinsipprinsip yang digunakan untuk memperbedakan penalaran yang baik dalam arti benar dari penalaran yang jelek dalam arti tidak benar.”
Allah swt Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِنَّمَا مَثَلُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْاَنْعَامُ ۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَخَذَتِ الْاَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ اَهْلُهَآ اَنَّهُمْ قٰدِرُوْنَ عَلَيْهَآ اَتٰىهَآ اَمْرُنَا لَيْلًا اَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنٰهَا حَصِيْدًا كَاَنْ لَّمْ تَغْنَ بِالْاَمْسِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir."
QS. Yunus[10]:24
Alex Lanur OFM menyatakan bahwa Logika adalah ilmu Pengetahuan dan kecakapan (keahlian) untuk berpikir lurus (tepat).Kemudian Mu’in menyatakan lima macam ta’rif (pengertian) Logika yang menurutnya bahwa simpulan (inti)-nya sama; sebagaiBerikut:
1. Ilmu tentang undang-undang berpikir;
2. Ilmu untuk mencapai dalil;
3. Ilmu untuk menggerakkan pikiran kepada jalan yang lluru Dalam memeroleh sesuatu kebenaran;
4. Ilmu yang membahas tentang undang-undang yang uumu Untuk berpikir;
5. Alat yang merupakan undang-undang dan apabila undangundang ini dipelihara, maka hati nurani manusia pasti dapat Terhindar dari pikiran-pikiran yang salah.
Ilmu Mantik yang bertujuan membimbing manusia Ke arah berfikir benar, logis, dan sistematis mempunyai Manfaat yang banyak. Di antaranya dapat dikemukakan
Sebagai berikut :
1. Membuat daya fikir menjadi lebih tajam dan Berkembang melalui latihan-latihan berfikir. Oleh Karenanya akan mampu menganalisis serta Mengungkap permasalahan secara runtut dan ilmiah.
2. Membuat seseorang berfikir tepat sehingga mampu Meletakkan sesuatu pada tempatnya dan mengerjakan Sesuatu tepat pada waktunya (berfikir efektif dan Efisien).
3. Membuat seseorang mampu membedakan alur pikir Yang benar dan alur pikir yang keliru, sehingga dapat Menghasilkan kesimpulan yang benar dan terhindar Dari menarik kesimpulan yang keliru.
4. embantu setiap orang yang mempelajari logika untuk Berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, Metodis dan koheren.
5. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
6. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
7. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
8. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan serta kesesatan.
9. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
Aris toteles banyak mengemulakan Ilmu ilmu diantaranyanya Karya Aristoteles tentang logika dalam buku Organon dikenal di dunia barat selengkapnya ialah sesudah berlangsung penyalinan-penyalinan yang sangat luas dari sekian banyak ahli pikir Islam ke dalam bahasa Latin. Penyalinan-penyalinan yang luas itu membukakan masa dunia barat kembali akan alam pikiran grik tua.
Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal (formal logic). Analytic adalah ilmu logika yang berdasarkan pada premis-premis yang diasumsikan benar. Salah satu konsep dasar dari logika
Aristoteles adalah silogisme. "A discourse in which, certain things being stated, something other than what is stated follows of necessity from their being so."
Logika formal adalah sebuah ilmu-pengetahuan besar tentang sistim proses berfikir. Logika formal merupakan hasil karya filasat zaman yunani kuno. Pemikirpemikir Yunani kuno awal lah yang menemukan metode berpikir. Pemikir Yunani kuno, seperti Aristoteles, mengumpulkan, mengkelasifikasikan, mengkritik dan mensistimasikan hasil-hasil positif dari berbagai pemikiran dan membangun sebuah sistim berfikir yang disebut logika formal.
Al-Farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang ulung di dunia Islam. Meskipun kemungkinan besar ia tidak bisa berbahasa Yunani, ia mengenal para filsuf Yunani; Plato, Aristoteles dan Plotinus dengan baik. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik.
Al-Farabi telah menulis berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, Kitab Al-Musiqa. Selain itu, ia juga dapat memainkan dan telah menciptakan bebagai alat musik.
Al-Farabi dikenal dengan sebutan “guru kedua” setelah Aristoteles, karena kemampuannya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam ilmu filsafat. Dia adalah filsuf Islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu.
Karya al-Farabi tentang logika menyangkut bagian-bagian berbeda dari karya Aristoteles Organon, baik dalam bentuk komentar maupun ulasan panjang. Kebanyakan tulisan ini masih berupa naskah; dan sebagain besar naskah-naskah ini belum ditemukan.
2. Seperti yang kita alami ini didalam perkuliahan logika saintifik adalah membantu mahasiswa (aktifis ilmu) untuk memahami, menguasai hukumhukum dasar berpikir logis yang dapat diaplikasikan untuk berpikir ilmiah dalam rangka mendasari epistemologi dan metodologi keilmuan. Dengan demikian, mempelajari logika berarti mendasari diri dalam kandungan filsafat ilmu, karena sebagian dari kajian filsafat ilmu adalah epistemologi (cara memeroleh/sumber ilmu, batas-batas, validitas dan metodologi), yang sekaligus –apabila dikembangkan lebih jauh—terkait juga dengan aksiologi (penetapan arah dan tujuan ilmu dan mengevaluasi dasar-dasar ilmu tersebut). Selain epistemologi dan aksiologi, filsafat ilmu juga memuat ontologi (berbicara tentang hakikat ilmu). Kaitannya dengan ontologi, epistemologi, dan aksiologi, logika memberikan dasar-dasar filsafat ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Dalam kaitan ini, aktifis ilmu akan diantar terlebih dulu oleh mata kuliah Epistemologi Ilmu secara umum, kemudian mereka akan mengapresiasi intisari dan esensi, Dalam arti konstruk logis, logika dalam Ilmu KKomunikas Sangat penting posisinya sebagai dasar kemampuan untuk Mentransformasikan conceptual world (dunia konsep) ke empirical World (dunia empirik). Tuntutan daya (power requirement) dan Modal alur pikir (reasoning) semacam ini bertujuan untuk Mencapai gradasi ilmu komunikasi menjadi objektif dan rasional Ilmiah untuk memeroleh pengertian (understanding), kemampuan Menerangkan (explanation), kemampuan meramalkan (prediction), Dan daya kontrol (control power). Sebagai kontrol metodologis, logika saintifik menawarkan
Minimal tiga hal, yaitu:
1. menawarkan cara kerja secara logis Dan sistematis,
2. melakukan kritik atas cara kerja tertentu; Apakah cara kerja tersebut logis atau tidak, dan
3. menawaran Pemecahan cara kerja sebagai konsekuensi kritiknya atas cara Kerja tertentu.
Ilmu pendidikan memiliki syarat-syarat Tertentu, ia memiliki pula karakteristik atau sifat yang menjadi Ciri hakiki ilmu. Randall dan Buchler mengemukakan beberapa Ciri umum ilmu, yakni:
1. (hasil ilmu bersifat akumulatif dan Merupakan milik bersama,
2. Hasil ilmu kebenarannya tidak Mutlak dan bisa terjadi kekeliruan, dan
3. objektif tidak bergantung pada pemahaman secara pribadi.
Komentar
Posting Komentar