MENUTUR AGAMA DARI ATAS MIMBAR
Email: danisahputra31@gmail.com
Menutur Agama Dari Atas mimbar
Oleh : Dr. Sehat Sultoni Dalimuntha. M. A
Didalam buku yang diterbitkan oleh Dr. Sehat sultoni Dalimunthe. M. A sebagai salah satu dosen pengajar di Institut Agama Islam degeri Padang sidimpuan (IAIN) Yang bernudul “Menutur Agama Dari Atas mimbar” Yaitu menyampaikan nasehat-nasehat agama melalui mimbar khutbah jumat yang dilakukan oleh Dr. Sehat sultoni Dalimunthe. M. A (1) penyampaian Nasehat agama melalui khutbah jumat sangatlah bagus untuk para jemaah memahami konteks yang disampaikan oleh khotib jumat tersebut. Karena para jemaah khususnya diminta untuk mendengarkan dengan seksama dengan serius khutbah yang disampaikan oleh khotib tersebut. Maka para jemaah dapat lebih mudah mengambil nasehat, serta menarik kesimpulan yang disampaikan oleh khotib tersebut.
Alllah SWT berfirman dalam quran surah al imran 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185] (2)
Didalam buku yang diterbitkan oleh Dr. Sehat sultoni Dalimunthe M. A dengan judul Menutur agama Dari Atas mimbar Didalam buku tersebut terdapat Pembahasan Mengenai Alam Barzakh alam barzak tersebut adalah alam penantian yang terdapat diakhirat.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ – أَوْ شَابًّا – فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ عَنْهَا – أَوْ عَنْهُ – فَقَالُوا مَاتَ. قَالَ « أَفَلاَ كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِى ». قَالَ فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا – أَوْ أَمْرَهُ – فَقَالَ « دُلُّونِى عَلَى قَبْرِهِ ». فَدَلُّوهُ فَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلاَتِى عَلَيْهِمْ ». Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa seorang wanita hitam -atau seorang pemuda- biasa menyapu masjid Nabawi pada masa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatinya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakannya. Para sahabat menjawab, ‘Dia telah meninggal’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?’ Abu Hurairah berkata, ‘Seolah-olah mereka meremehkan urusannya’. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tunjukkan kuburnya kepadaku’. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan shalatku terhadap mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, dll] (3)
Kita harus sadar bahawa setiap manusia akan senantiasa kembali kepada allah swt dan setiap manusia yang bernyawa akan merasakan mati.
اذْكُرِ الْمَوْتَ تَجِدُ رَاحَةً، فِي إِذْكَارِ الْمَوْتِ تَقْصِيْرُ اْلأَمَلِ
“Ingatlah mati niscaya kau kan peroleh kelegaan, dengan mengingat mati akan pendeklah angan-angan.”
Maka kita senantiasa diminta untuk melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi segala apa yang dilarangnya melalui landasan Dasar Yaitu alquran dan hadits Dan kita diminta untuk senantiasa mengamalkan isi didalam Alquran dan hadits agar menjadi bekal buat kita diakhirat dengan diserta niat yang ikhlas agar kita mendapat kemuliaan didunia dan diakhirat Makan Allah swt berfirman yang artinya Orang yang paling mulia disisi kamu ialah orang yang paling bertakwa. Bukan lah orang yang memiliki Jabatan misalnya Sebagai Bupati, walikota, gubernur, dan presiden. Bukan.. Namun apabila meraka mentaati firman allah swt tersebut maka mereka termasuk dalam golongan orang yang paling mulia.
Sebenarnya dunia ini hanyalah sebagai perumpamaan tempat peristirahatan sejenak yang kita lakukan untuk mencari karunia allah beribadah serta berbuat baik antar sesama, Seperti halnya seorang petani beliau bersusah payah merawat serta menjaga tanamannya tersebut yang akhirnya beliau mendapatkan buah hasil yang ia capai selama ini begitu juga lah perumpamaan kita sebagai manusia ciptaan allah Sebagaimana allah swt berfirman Allah menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah kepadaku.
Ada sebagian orang yang menginkari siksa kubur, karena belum adanya hisab, sebagaimana di akhirat. Sifat azab kubur kata Quraish Shihab sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an Al ghafir 46
وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir´aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”
Dalam Buku tersebut menjelaskan Bahwa mentampaikan dakeak melalui mimbar khutbah sangan Bagus untuk melakukan nasehat Kepada segenap yang me dengarkan dakwak khutbah tersebut
M. Munir dan Wahyu Ilaihi dalam bukunya Manajemen Dakwah (4) menyimpulkan bahwa istilah dakwah mencakup pengertian antara lain:
a. Dakwah adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang bersifat menyeru atau mengajak kepada orang lain untuk mengamalkan ajaran islam. (5)
b. Dakwah adalah suatu proses penyampaian ajaran islam yang dilakukan secara sadar dan sengaja.
c. Dakwah adalah suatu aktivitas yang pelaksanaannya bisa dilakukan dengan berbagai
cara dan metode.
d. Dakwah adalah kegiatan yang direncanakan dengan tujuan mencari kebahagiaan hidup dengan
dasar keridhaan Allah.
e. Dakwah adalah usaha peningkatan pemahaman keagamaan untuk mengubah pandangan hidup,sikap batin dan perilaku umat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam menjadi sesuai dengantuntutan syariat untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
3. Referensi: https://almanhaj.or.id/3830-peristiwa-peristiwa-di-alam-kubur.html
Komentar
Posting Komentar